Pemkab Siak Perjuangkan Akses Teluk Lanus, Optimalkan Pertanian 400 Hektare

Pemerintah Kabupaten Siak memperjuangkan pembukaan akses menuju Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, guna mengoptimalkan potensi pertanian seluas 400 hektare. Dukungan infrastruktur dan bantuan sarana pertanian diharapkan meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani.

Pemkab Siak Perjuangkan Akses Teluk Lanus, Optimalkan Pertanian 400 Hektare
Pemkab Siak Perjuangkan Pembukaan Akses Teluk Lanus, Optimalkan Potensi Pertanian 400 Hektare demi Ketahanan Pangan Daerah

SIAK, LINTASTIMURMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan wilayah terluar dan mengurangi kesenjangan akses antarwilayah. Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian serius adalah pembukaan akses menuju Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian seluas lebih dari 400 hektare yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Langkah tersebut diyakini tidak hanya akan membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta mendukung program ketahanan pangan daerah yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Siak.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli saat menanggapi berbagai aspirasi petani dalam dialog bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak. Dialog berlangsung usai pelantikan Pengurus KTNA Kabupaten Siak periode 2026–2031 di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026), dan menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan para pelaku sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari Teluk Lanus menyampaikan berbagai tantangan yang hingga kini masih dihadapi para petani. Persoalan utama yang disampaikan meliputi sulitnya akses transportasi menuju kawasan pertanian, kondisi sumber air yang masih payau, belum tersedianya fasilitas sumur bor sebagai sumber air bersih untuk mendukung kegiatan bercocok tanam, hingga keterbatasan sarana dan prasarana penunjang pertanian.

Menurut mereka, berbagai keterbatasan tersebut menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas lahan maupun memperluas areal pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Kami jauh, transportasi menjadi kendala. Air di sana payau dan sumur bor juga belum masuk. Kami berharap ada perhatian pemerintah agar pertanian di Teluk Lanus bisa lebih berkembang," ungkap perwakilan Gapoktan Lestari Teluk Lanus.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Afni Zulkifli menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak akan memperjuangkan pembukaan akses menuju Teluk Lanus sekaligus menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing secara bertahap dan terukur.

Menurut Afni, pembangunan akses menuju wilayah tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena akan menjadi pintu masuk bagi percepatan pembangunan sektor pertanian, distribusi hasil panen, hingga peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di kawasan terluar.

"Oke, nanti kami perjuangkan. Kami lagi berjuang supaya Teluk Lanus bisa kita buka keterisolasiannya," tegas Afni.

Ia menjelaskan bahwa Kampung Teluk Lanus memiliki potensi lahan pertanian yang sangat menjanjikan dengan luas mencapai lebih dari 400 hektare. Namun hingga saat ini, lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat baru berkisar 100 hektare, sehingga masih terdapat peluang besar untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pertanian apabila didukung oleh akses infrastruktur yang memadai.

Menurutnya, pembukaan akses menuju Teluk Lanus akan menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan kawasan pertanian tersebut. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, pembangunan akses juga akan memperlancar distribusi sarana produksi pertanian, hasil panen, serta membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi berbasis pertanian di wilayah pesisir Kabupaten Siak.

Tidak hanya fokus pada pembangunan akses jalan, Bupati Afni juga meminta dinas teknis agar segera menindaklanjuti kebutuhan para petani, termasuk penyediaan sarana produksi pertanian yang selama ini masih terbatas.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas petani, pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Siak turut menyerahkan bantuan traktor roda dua kepada kelompok tani di Teluk Lanus. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mendorong percepatan aktivitas pertanian masyarakat.

Afni menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana pertanian merupakan dua elemen yang saling berkaitan dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya di kawasan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang dimiliki, tetapi juga bergantung pada kemudahan akses transportasi, ketersediaan air, dukungan teknologi pertanian, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan potensi pertanian di Kampung Teluk Lanus sebagai salah satu kawasan strategis sektor pangan. Dengan dukungan infrastruktur, aksesibilitas, sarana pertanian yang memadai, serta keberpihakan terhadap kebutuhan petani, kawasan ini diharapkan mampu berkembang menjadi sentra pertanian produktif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan Kabupaten Siak, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Rahma/MC Siak)