Wawako Dumai Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

Wakil Wali Kota Dumai melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Bank Indonesia bersama TNI AL mendistribusikan Rupiah layak edar ke lima pulau terluar di Provinsi Riau.

Wawako Dumai Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026
Wakil Wali Kota Dumai Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia Jangkau Pulau Terluar Demi Kedaulatan Rupiah

DUMAI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, secara resmi menghadiri sekaligus melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dalam sebuah seremoni yang digelar di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Dumai, Selasa (21/07/2026). Pelepasan ekspedisi dilaksanakan dari Dermaga A Pelindo Dumai sebagai bagian dari upaya strategis Bank Indonesia (BI) dalam mendistribusikan uang Rupiah layak edar ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Indonesia.

Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap uang layak edar. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan sistem pembayaran, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara hingga ke pelosok Nusantara.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI AL melalui dukungan armada KRI Lepu untuk menjangkau sejumlah pulau strategis di Provinsi Riau, yakni Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Mendol, Sei Guntung, dan Tebing Tinggi. Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi uang tunai karena kondisi geografis yang dipisahkan oleh lautan.

Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan layanan kas keliling melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan kedaulatan negara melalui kehadiran Rupiah di seluruh wilayah Indonesia.

"Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyelenggarakan kegiatan kas keliling Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan memanfaatkan armada Kapal Perang Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) untuk memperoleh uang Rupiah layak edar. Selain itu, program ini juga merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI AL mengenai pendistribusian, pengamanan, serta pengawalan uang Rupiah," ujar Sugiyarto.

Ia menambahkan, keberadaan Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah perbatasan merupakan bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional sekaligus menjaga stabilitas sistem pembayaran di seluruh pelosok Indonesia.

Sementara itu, Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 akan melayani pendistribusian uang Rupiah ke lima pulau terdepan dan terluar di wilayah Provinsi Riau.

Ia berharap seluruh rangkaian pelayaran dan pelayanan kas keliling dapat berjalan dengan lancar sehingga masyarakat di daerah kepulauan memperoleh akses terhadap uang layak edar sesuai kebutuhan.

"Pendistribusian ini akan kami laksanakan di lima pulau, yaitu Pulau Rupat, Bengkalis, Mendol, Sei Guntung, dan Tebing Tinggi. Kami berharap seluruh proses distribusi berjalan dengan baik, aman, dan lancar, serta seluruh personel yang bertugas dapat kembali dalam keadaan sehat dan selamat," harap Panji Achmad.

Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat sendiri merupakan agenda rutin nasional Bank Indonesia yang bertujuan menjaga kualitas uang Rupiah di masyarakat sekaligus memperkuat rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui layanan kas keliling, masyarakat di wilayah kepulauan dapat menukarkan uang yang sudah tidak layak edar dengan uang baru yang berkualitas sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan secara optimal.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol penguatan sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kelancaran distribusi Rupiah di wilayah kepulauan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan peninjauan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Lepu yang akan mengemban misi pendistribusian Rupiah. Peninjauan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto bersama Ketua DPRD Kota Dumai, Komandan Lanal Dumai, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Dumai, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, nakhoda beserta awak KRI Lepu, General Manager Pelindo, pimpinan instansi vertikal, serta insan pers.

Dengan terselenggaranya Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, diharapkan distribusi uang Rupiah layak edar semakin merata hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan, sekaligus mempertegas komitmen negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol persatuan, identitas bangsa, dan penggerak roda perekonomian nasional.

(Media Center Dumai/HD)