Warga Nias Utara Gotong Royong Perbaiki Jalan Provinsi, Desak Bobby Nasution Segera Bertindak
Masyarakat Nias Utara bergotong royong memperbaiki jalan provinsi yang rusak sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Gubernur Bobby Nasution segera mengambil langkah nyata memperbaiki akses vital penghubung Gunungsitoli, Tuhemberua, dan Sawo.
NIAS UTARA, LINTASTIMURMEDIA.COM – Semangat gotong royong kembali menjadi cerminan kuat kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah. Warga Kecamatan Tuhemberua dan Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, secara swadaya menggelar kegiatan bhakti sosial untuk memperbaiki ruas Jalan Provinsi Sumatera Utara yang menghubungkan Kecamatan Tuhemberua dengan Kecamatan Sawo. Aksi sosial tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai telah lama mengalami kerusakan tanpa penanganan optimal dari pihak yang berwenang.
Ruas Jalan Provinsi Sumatera Utara tersebut merupakan salah satu jalur transportasi strategis yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara. Keberadaannya memiliki peranan yang sangat penting sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, perdagangan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Nias.
Kegiatan bhakti sosial yang berlangsung pada Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB itu melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta warga yang secara sukarela bergotong royong memperbaiki badan jalan yang rusak agar dapat kembali dilalui dengan lebih aman dan nyaman.
Adapun unsur yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya personel Polsek Tuhemberua, Bripka Temazisekhi Telaumbanua. Dari Koramil 06/Tuhemberua hadir Sertu Udin Ulianto Hutagalung, Sertu Fazlur Rahman Mendrofa, serta Pratu Oraetman Gea. Sementara dari Pemerintah Kecamatan Sawo diwakili Sekretaris Camat Irman Selayan.
Sejumlah tokoh masyarakat juga turut ambil bagian, di antaranya Melianus Telaumbanua, Armansyah Gea, Enaso Gea, bersama puluhan warga lainnya yang bahu-membahu melakukan penimbunan dan perbaikan jalan demi kepentingan bersama.
Keterlibatan lintas elemen tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Nias Utara dalam menjawab persoalan publik ketika infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar belum memperoleh penanganan maksimal.
Masyarakat menilai kerusakan jalan provinsi tersebut telah berlangsung cukup lama dan semakin berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Selain menghambat kelancaran transportasi, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, memperlambat distribusi barang dan hasil pertanian, serta memengaruhi akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan bhakti sosial ini, masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan warga terus menanggung dampak buruk akibat kondisi infrastruktur yang tidak layak. Mereka menegaskan bahwa gotong royong yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan umum, bukan untuk menggantikan kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tuhemberua, Foera Era Zai, diketahui tidak menghadiri kegiatan bhakti sosial tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh panitia penyelenggara, Camat Tuhemberua justru mempertanyakan legalitas lembaga yang menjadi penggagas kegiatan sosial tersebut. Namun demikian, masyarakat berharap polemik tersebut tidak mengalihkan perhatian dari persoalan utama yang selama ini mereka hadapi, yakni kerusakan Jalan Provinsi Sumatera Utara yang membutuhkan penanganan segera.
Bagi masyarakat, semangat gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang semestinya diapresiasi, terlebih ketika bertujuan membantu kepentingan masyarakat luas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh unsur pemerintahan mampu membangun sinergi, meninggalkan perbedaan pandangan, serta bersama-sama mencari solusi konkret terhadap persoalan infrastruktur yang telah lama menjadi keluhan warga.
Harapan masyarakat tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus berorientasi pada kepentingan rakyat, mempercepat pembangunan, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke daerah.
Karena itu, masyarakat meminta persoalan kerusakan Jalan Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Nias Utara menjadi perhatian serius Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nias Utara agar dapat mendorong percepatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sehingga penanganan jalan dapat segera direalisasikan.
Permohonan serupa juga disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ruas jalan provinsi yang menjadi akses utama masyarakat Nias Utara. Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Forkopimda, instansi teknis, serta seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah nyata demi mempercepat rehabilitasi dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan tersebut.
Menurut masyarakat, ruas jalan ini merupakan akses vital yang setiap hari dimanfaatkan ribuan warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga mobilitas antarwilayah. Oleh sebab itu, penanganannya dinilai tidak dapat lagi ditunda karena menyangkut keselamatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Nias Utara.
Masyarakat berharap kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan administratif maupun perencanaan di atas kertas, melainkan melalui langkah nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Infrastruktur jalan yang baik merupakan hak masyarakat sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, memperlancar konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Forkopimda, aparat TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan persoalan infrastruktur jalan provinsi di wilayah Nias Utara dapat segera dituntaskan. Perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, keselamatan pengguna jalan, serta percepatan pembangunan yang berkeadilan di Kepulauan Nias.























